Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Social Share

Events

Sponsor

Recent comments

Recent Comments

Laman

Cat-1

Cat-2

" });

Cat-3

Cat-4

» » » » » Passion Vs Jurusan Kuliah


Memilih jurusan kuliah adalah hal yang cukup sulit apalagi dengan pendidikan di Indonesia yang tidak membentuk para peserta didik untuk terfokus pada bidang yang diminati. Kebanyakan masih bingung tentang apa yang akan dilakukan setelah lulus kuliah atau bingung apakah jurusan yang dipilih akan sesuai dengan jenis pekerjaan yang kita inginkan. Belum lagi bila saat ini masih belum mengetahui apa yang jadi passion sebenarnya. Untuk yang sudah menemukan passion nya pun akan menghadapi dilema bagaimana memilih jurusan yang akan sesuai dengan passion tersebut. Mungkin di daerah atau kampus yang akan dimasuki tidak memiliki jurusan yang sesuai dengan keinginan, mungkin masalah ekonomi atau kemauan orang tua tidak sesuai dengan harapan, mungkin tidak juga tidak ada jurusan yang dirasa sesuai. Tapi kamu sadar mengenyam status pendidikan tinggi di Indonesia adalah hal yang penting setidaknya begitu menurut orang tua mu dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Banyak dari teman-teman yang sekarang duduk di kelas 3 SMA berkonsultasi kepada saya mengenai masalah ini. Dari diskusi dan sharing bersama mereka saya menyimpulkan beberapa poin penting yang perlu dipertimbangkan :

Waktu
Passion bagi kamu adalah yang hal sangat penting dan butuh prioritas dalam mengembangkannya. Sebagian besar waktu kamu akan lebih banyak kamu curahkan untuk itu dan membuat sesuatumu juga tercurahkan. Tapi kamu harus pandai membagi waktu antara kegiatan kuliah dan passion kamu. Maka pertimbangannya adalah kamu memilih jurusan yang tidak begitu banyak menyita waktumu, setidaknya di semester awal kuliah. Atau kamu bisa memilih kampus yang menyediakan jurusan non-reguler yang mana bisa membuat kamu dapat membagi waktu dengan lebih fleksibel. Misalnya passion kamu adalah menjadi manusia nocturnal yang hanya bisa beraktivitas pada malam hari, dengan masuk jurusan non reguler kamu bisa memecahkan rekor MURI sebagai orang yang tidak pernah bangun pagi selama puluhan tahun.

Motivasi
Temukan hal-hal yang dapat menjadi motivasi untuk kamu dalam menjalani kegiatan kuliah. Apa saja, bisa pacar, bisa teman, bisa teman rasa pacar, atau pacar rasa pedas.
Apapun bisa kamu jadikan motivasi untuk itu. Apa saja bisa jadi alasan untuk menjadi semangat atau jadi malas, tapi pilihlah semangatnya. Dan perlu kamu tahu dengan rajin kuliah kamu bisa memancing dana lancar dari orang tua kamu, dengan rajin kuliah bisa bikin kamu tampak lebih seksi dan menarik, dengan rajin kuliah kulit kamu tampak mulus dan lebih cerah. Eh?

Tanggung Jawab
Setelah kamu memutuskan untuk memilih jurusan kuliah, kamu harus bertanggung jawab untuk itu. Sama seperti kamu menembak seseorang dan kemudian jadian, kamu harus bertanggung jawab untuk ngajak si dia jalan berdua, setidaknya seminggu sekali menunaikan kewajiban kamu sebagai seorang pacar yang romantis. Tapi kamu harus ingat, menjadi hebat pada semua bidang itu tidak mungkin, namun berusaha maksimal itu perlu. Cerdas, tampan/cantik, dan romantis itu sulit jadi kenyataan, kamu hanya bisa jadi sedikit cerdas dan  “tampak” tampan/cantik atau cerdas dan romantis tapi tidak tampan/cantik. Itu maksimal.
Jangan pernah beralasan karena kamu sibuk dengan passionmu tugas kuliahmu kamu telantarkan. Selalu ada cara untuk mengatasi tugas dan kegiatan kuliah. Memang perlu kesabaran dan disiplin, tapi semua hal itu akan berbuah manis. Pertahankan Indeks Prestasimu dititik aman, kamu akan lulus tepat pada waktunya.

Kesiapan
Hal ini biasanya luput dari pertimbangan. Memaksakan diri untuk kuliah padahal kamu belum punya kesiapan untuk itu bisa berakibat buruk. Bisa saja kamu belum siap kuliah karena kamu belum move on dari masa SMA dan ingin mengulang kembali segala kenangan yang ada (cieeeee .... ) . Kalau memang kamu belum memiliki niat untuk segera melanjutkan ke pendidikan tinggi itu tidak apa-apa, hanya saja kamu perlu mempertimbangkan banyak hal. Seperti misalnya pertimbangan ekonomi, politik, atau pun sosial-emosional. Apakah keadaan ekonomi mu sedang buruk jadi sebab kamu tidak niat untuk kuliah, apakah bila kamu menunda kuliah saat ini, ke depannya akan sulit untuk mendapatkan biaya kuliah? Atau bagaimana?
Semua tergantung dari keputusan yang kamu buat, dan kembali ke poin di atas, kamu harus bertanggung jawab. Urusan motivasi nanti juga bisa kamu cari. Asalkan kamu sudah mengerti tentang kesiapan diri kamu setelah mempertimbangkan hal-hal tersebut.

Itu sedikit hal-hal yang bisa jadi pertimbangan kamu nantinya untuk menghadapi dilema antara passion dan jurusan kuliah yang kamu pilih. Selamat menikmati masa depan yang lebih greget.

Passion vs Jurusan Kuliah?
Apakah boleh?
Apakah bisa?


HS. Laota.
Sempat mengenyam pendidikan psikologi di rumah sakit jiwa. Saat ini aktif di industri musik lokal sebagai musisi sekaligus produser, aktif pula dibeberapa LSM.

Tulisan ini juga diterbitkan di www.terkam-media.com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

About the Author Ian D. Greenwood

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Tidak ada komentar

Leave a Reply